Jumat, 24 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Presiden AFA Claudio Tapia Diperiksa FBI, Dugaan Pencucian Uang US$300 Juta Mengemuka

FBI dan Departemen Kehakiman AS meluncurkan penyelidikan pendahuluan terhadap Federasi Sepak Bola Argentina dan Presiden Claudio Tapia terkait dugaan pencucian uang serta penipuan bank senilai lebih dari US$300 juta.

Oleh Claudia Lestari
Diterbitkan
Presiden AFA Claudio Tapia Diperiksa FBI, Dugaan Pencucian Uang US$300 Juta Mengemuka
Foto: Getty Images / Goal.com

Penyelidikan pendahuluan terhadap Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan Presidennya, Claudio "Chiqui" Tapia, dilancarkan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait dugaan pencucian uang dan penipuan bank senilai lebih dari US$300 juta. Kasus ini mencuat hanya beberapa hari setelah Argentina kalah di final Piala Dunia 2026 dari Spanyol.

Pemeriksaan terhadap Tapia diduga berlangsung sesaat sebelum rombongan Timnas Argentina bertolak pulang dari Amerika Serikat. Media Argentina Infobae, yang diwartakan VIVA, melaporkan aparat federal AS memeriksa Tapia bersama Bendahara AFA, Pablo Toviggino, selama sekitar 30 menit di dalam bus yang mengantar skuad menuju pesawat charter. Laporan di media sosial menyebut ponsel Tapia sempat disita untuk kepentingan penyelidikan.

AFA membantah keras bahwa Tapia ditahan atau ditetapkan sebagai tersangka. ESPN melaporkan AFA juga menyangkal kabar bahwa Tapia dan bendahara dipanggil untuk memberikan kesaksian di pengadilan AS. "Tidak ada pejabat AFA yang ditahan, ditahan sementara, atau menjadi tersangka," demikian pernyataan federasi.

Penyelidikan berfokus pada cara AFA merancang perjanjian komersial internasionalnya. Menurut laporan La Nacion dan Terra yang dikutip AFP, otoritas AS menelusuri aliran dana lebih dari US$300 juta yang mengalir melalui sejumlah bank di Amerika Serikat, serta meneliti peran TourProdEnter LLC, perusahaan yang mengelola penagihan kontrak AFA di luar negeri. Investigasi memeriksa apakah transaksi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai pencucian uang atau penipuan kawat di bawah yurisdiksi AS.

Pengumpulan kesaksian berlangsung selama turnamen berlangsung. Saat Argentina menang 3-2 atas Mesir di babak 16 besar, penyidik menggelar pertemuan tiga jam secara telekonferensi dengan pengusaha Guillermo Tofoni di Miami. Otoritas aktif mencari saksi dengan pengetahuan langsung atas operasional keuangan AFA di AS.

Dugaan ini berbeda dari isu pengaturan skor yang sebelumnya sudah dibantah FIFA. Kali ini, sorotan bertumpu pada tata kelola keuangan dan kontrak komersial AFA. Penyelidikan masih berada pada tahap awal, namun berpeluang mencoreng reputasi institusi sepak bola Argentina menyusul kegagalan La Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.

Tentang Penulis