Minggu, 12 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Cek Kesehatan Gratis di Sumbar Baru 38 Persen, Mahyeldi Minta Percepatan

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut penyerapan program Cek Kesehatan Gratis baru 38 persen dan meminta seluruh pihak mempercepat skrining deteksi dini kanker.

Oleh Dipsi Ay
Diterbitkan
Cek Kesehatan Gratis di Sumbar Baru 38 Persen, Mahyeldi Minta Percepatan
Foto: Padek/JawaPos (Humas YKI Sumbar)

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyoroti rendahnya penyerapan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di provinsi itu, yang baru mencapai sekitar 38 persen. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan mempercepat pelaksanaan program skrining demi memperluas deteksi dini penyakit, termasuk kanker.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Simposium Awam Kanker 2026: The Journey of Cancer Survivors yang digelar Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Sumbar di Hotel Truntum Padang, Sabtu (11/7/2026). Menurut gubernur, capaian 38 persen menunjukkan masih banyak warga yang belum memanfaatkan layanan negara tersebut.

"Saya mendapat laporan capaiannya baru sekitar 38 persen. Artinya masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan layanan tersebut. Kita harus mencari penyebabnya dan bersama-sama mempercepat pelaksanaannya," kata Mahyeldi.

Program Cek Kesehatan Gratis yang diluncurkan pemerintah pusat merupakan langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mahyeldi menegaskan deteksi dini menjadi kunci utama menekan angka kematian akibat kanker.

Advertisement

"Jawabannya adalah deteksi dini. Melalui skrining, kanker dapat ditemukan pada stadium awal sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi jauh lebih tinggi," ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan, gubernur mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi. Perusahaan diharapkan berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial (CSR), sementara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dapat disinergikan sebagai pelengkap pembiayaan di luar APBD dan anggaran pemerintah pusat.

Mahyeldi menyebut Sumbar memiliki potensi fasilitas kesehatan yang cukup besar, yakni 78 rumah sakit, sekitar 250 puskesmas, lebih dari 9.000 tenaga perawat, serta 1.035 dokter. Seluruh potensi tersebut diminta dioptimalkan agar layanan skrining menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Tentang Penulis