Dinas Pariwisata Kota Padang melibatkan Bundo Kanduang dalam sosialisasi penguatan ekonomi kreatif gastronomi, Kamis (9/7), sebagai langkah strategis menjadikan Padang sebagai kota gastronomi.
Sekitar 200 pelaku usaha dan pengurus Bundo Kanduang atau organisasi perempuan Minangkabau hadir dalam kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata setempat. Sosialisasi ini menempatkan kaum ibu sebagai garda depan penjaga kelestarian kuliner ranah Minang sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis makanan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang menilai peran Bundo Kanduang sangat menentukan dalam melestarikan budaya dan cita rasa kuliner Minangkabau. Penguatan ekonomi kreatif gastronomi dinilai bukan sekadar promosi kuliner, melainkan upaya membangun identitas kota yang berdaya saing melalui makanan tradisional.
Bagi Padang, gastronomi menjadi pintu masuk pariwisata yang kuat. Rendang, soto Padang, dan ragam hidangan Minang telah lama dikenal luas, sehingga penguatan sisi ekonomi kreatif diharapkan menaikkan kelas pelaku usaha lokal, dari UMKM rumahan hingga komunitas kuliner terorganisir.
Langkah ini sejalan dengan program unggulan Pemko Padang, termasuk UMKM Naik Kelas, yang berupaya memperluas ruang usaha warga melalui pendampingan dan pemasaran berbasis potensi daerah. Melalui sentuhan Bundo Kanduang, warisan kuliner diharapkan tetap autentik sekaligus mampu menjawab selera wisatawan modern.
Dinas Pariwisata menyebut sosialisasi akan dilanjutkan dengan pendampingan teknis agar para pelaku usaha dapat mengemas produk gastronomi secara profesional, mulai dari standar kebersihan, penamaan, hingga akses pasar digital.
Tentang Penulis