Minggu, 28 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Istana Evaluasi Latsarmil Kopdes usai Korban Meninggal Jadi Lima, Program Tak Dihentikan

Istana menyatakan latsarmil bagi calon pengelola Kopdes dan KNMP tetap dievaluasi setelah jumlah peserta yang meninggal bertambah menjadi lima orang, namun program dipastikan tidak dihentikan.

Oleh Nayla
Diterbitkan
Istana Evaluasi Latsarmil Kopdes usai Tiga Peserta Meninggal, Program Tak Dihentikan
Foto: Humas Kemensetneg

Istana menyatakan evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dasar militer bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih tetap berjalan setelah jumlah korban meninggal bertambah menjadi lima orang. Meski begitu, pemerintah menegaskan program tersebut tidak dihentikan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan evaluasi dilakukan untuk melihat ada tidaknya kesalahan prosedur atau unsur kelalaian dalam pelaksanaan latihan. Pemerintah, kata dia, akan memperbaiki bagian yang terbukti bermasalah, tetapi tidak serta-merta menghentikan keseluruhan program.

“Kalau evaluasi jelas dong. Kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Perkembangan terbaru dari Kementerian Pertahanan menunjukkan total peserta yang meninggal kini menjadi lima orang. Korban terbaru adalah Nola Dya Sari, peserta latsarmil di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan, yang meninggal setelah mengalami sesak napas dan badan panas lalu dirujuk ke rumah sakit di Singkawang.

Advertisement

Sebelum Nola, empat peserta lain yang telah diumumkan meninggal ialah Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. Kemhan menyatakan para peserta telah melewati pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan, namun evaluasi medis tiap kasus masih terus didalami.

Sikap Istana yang tetap mempertahankan program sambil menjalankan evaluasi diperkirakan akan terus menuai perhatian. Bertambahnya korban membuat desakan agar pemerintah meninjau ulang prosedur kesehatan, pola latihan, dan relevansi model latsarmil untuk calon pengelola koperasi menjadi semakin kuat.

Presiden Prabowo disebut terus memantau perkembangan kasus ini. Karena itu, hasil evaluasi pemerintah terhadap aspek keselamatan peserta akan menjadi sorotan utama dalam beberapa hari ke depan.

Sumber: CNN Indonesia; Kompas.com; konferensi pers Kemhan.

Topik Terkait

Tentang Penulis