Pemerintah Kota Padang mengimbau warga kurang mampu segera mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos) digital melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Ajakan ini digencarkan menjelang pemberlakuan penuh skema bansos digital pada 2027.
Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya mengatakan instansinya sedang gencar mensosialisasikan portal digitalisasi bansos tersebut kepada masyarakat. Integrasi ini bertujuan memastikan akurasi data, transparansi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat di seluruh wilayah kota.
Hingga Jumat (10/7), tercatat 41.016 kepala keluarga telah mendaftar sebagai calon penerima bansos digital dari total 303.000 kepala keluarga yang masuk dalam desil satu hingga desil 10. "Artinya, kita saat ini sudah berada di angka 13,50 persen," kata Eri di Padang, Minggu (12/7).
Untuk menjangkau seluruh calon penerima manfaat, termasuk warga pelosok dan mereka yang memiliki keterbatasan gawai, Dinas Sosial menerapkan strategi jemput bola. Pos agen yang tersebar di kelurahan dan kecamatan dioptimalkan menjadi pusat layanan verifikasi data di lapangan.
Eri mengimbau warga yang memiliki smartphone untuk mendaftar secara mandiri. Sementara bagi warga tanpa gawai, petugas akan membantu pendaftaran melalui agen pendamping, seperti pengurus kelurahan, rukun warga, pengurus masjid atau smart surau, serta pendamping keluarga harapan.
"Pendaftarannya sama sekali tidak dipungut biaya," tegasnya. Sistem verifikasi validasi dilakukan terintegrasi agar penyaluran bansos tepat sasaran.
Menjelang pemberlakuan penuh pada 2027, Pemkot Padang menargetkan seluruh calon penerima manfaat terekam dalam data Perlinsos sehingga penyaluran bantuan berjalan lebih akurat dan transparan.
Topik Terkait
Tentang Penulis