Pemerintah Kota Pariaman mengalokasikan Rp2,1 miliar dari APBD 2026 untuk pengadaan armada angkut sampah guna mengatasi beban pengelolaan limbah yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Muhammad Arif Gunawan, mengatakan penambahan armada dilakukan karena sarana angkut existing telah "dimakan usia" dan sebagian besar kini masuk bengkel perbaikan. "Yang sudah tiba becak motor, dan pick up sedangkan dump truk dan truk 'arm roll' sedang proses," ujarnya di Pariaman, Rabu (15/7/2026).
Tahun ini Pemkot membeli dua unit becak motor, dua unit mobil pick up, dua unit dump truk, dan satu unit truk pengangkut (arm roll). Becak motor dan pick up sudah berada di Pariaman, sementara dua dump truk serta satu arm roll masih dalam tahap pengiriman.
Armada lama terdiri dari tiga unit dump truk dan satu unit arm roll yang saat ini seluruhnya berada di bengkel untuk perbaikan. Kondisi itu membuat penanganan sampah rawan tersendat apabila tidak ada penambahan sarana.
Menurut Arif, volume sampah di Pariaman mencapai sekitar 56 ton per hari. Sampah tersebut berasal dari rumah tangga, perniagaan, perkantoran, dan sumber lainnya. Becak motor akan digunakan untuk mengangkut sampah dari rumah warga, sedangkan mobil pick up disiapkan sebagai unit reaksi cepat saat ada laporan penumpukan sampah di suatu lokasi.
Ia mencatat realisasi anggaran masih bersisa karena sebagian item belum terserap penuh. "Dianggarkan sebanyak itu tapi realisasi anggarannya berlebih, seperti mobil pick up dananya bersisa sedikit dan becak motor hanya separuhnya direalisasikan dananya," kata Arif.
Selain pengadaan armada, Pemkot Pariaman juga membenahi tempat pembuangan akhir (TPA) sesuai aturan pemerintah pusat. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat mulai memilah sampah dan tidak membuang atau membakar sampah sembarangan guna mempermudah pengelolaan lingkungan.
Topik Terkait
Tentang Penulis