Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia resmi menghentikan impor solar dari luar negeri mulai Juli 2026. Keputusan itu dimungkinan oleh produksi dalam negeri bahan bakar B50 yang memadukan 50 persen biodiesel dari kelapa sawit.
"Sebelumnya, kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit. Jadi, dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri," ujar Prabowo, dipantau melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Pernyataan disampaikan saat Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Prabowo meninjau panen tebu di lokasi yang sama pada hari tersebut.
Menurut Presiden, penghentian impor solar dilakukan agar belanja bahan bakar tetap berputar di dalam negeri. "Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia," katanya.
B50 diluncurkan Prabowo pada 9 Juli 2026 di Rest Area KM 57, Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Mandat pencampuran biodiesel 50 persen dalam minyak solar diatur melalui Permen ESDM No. 4 Tahun 2025 dan Kepmen ESDM No. 257.K/EK.01/MEM.E/2026. Pelaku usaha biofuel, hilir migas, dan distributor wajib memenuhi standar campuran tersebut. Sanksi bagi pelanggar meliputi peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha.
Pemerintah memberikan masa transisi bagi stok biodiesel B40 yang masih ada hingga 30 September 2026. Kementerian ESDM akan mengevaluasi pelaksanaan setiap tiga bulan.
Sebelum B50 dijalankan, pemerintah mengetes bahan bakar tersebut pada enam sektor mesin diesel: otomotif, alsintan pertanian, alat berat pertambangan, transportasi laut, pembangkit listrik, dan perkeretaapian. Uji dilakukan untuk memastikan kinerja, keamanan, dan kecocokan teknis.
Di luar B50, pemerintah juga menyiapkan transisi ke bahan bakar gasoline campuran bioetanol. Prabowo menyebut Indonesia akan menjalankan E10, lalu mengejar E20, serta mempercepat pembangunan pabrik bioetanol baru. Saat ini Indonesia hanya memiliki satu pabrik bioetanol dan kapasitas produksinya perlu ditingkatkan.
Harga solar bersubsidi dipastikan tidak naik akibat penerapan B50. Prabowo sebelumnya menyebut Indonesia juga mengembangkan motor listrik nasional serta bahan bakar dari sawit dan singkong sebagai langkah kemandirian energi.
Topik Terkait
Tentang Penulis