Perumda Air Minum (Perumda AM) Kota Padang memulai revitalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun sebagai upaya menambah keandalan sistem produksi air bersih pascabencana banjir dan longsor akhir 2025.
Humas Perumda AM Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pekerjaan difokuskan pada dua unit acceleratortube dan unit sedimentasi yang menjadi tulang punggung pengolahan air baku dari Sungai Arau. Pengerjaan yang dimulai pertengahan Juli 2026 itu berdampak pada gangguan distribusi air ke sejumlah wilayah pelanggan.
"Revitalisasi ini kami lakukan agar pelayanan air bersih ke masyarakat lebih stabil dan kualitasnya terjaga ke depan," ujar Adhie Zein.
Menurut Perumda AM, gangguan distribusi bersifat temporer dan menyasar kawasan yang selama ini disuplai langsung dari IPA Gunung Pangilun. Manajemen memastikan pasokan tetap diupayakan lewat penyesuaian jaringan dan pengaturan jam alir selama masa pengerjaan.
Langkah pembenahan ini menyusul keluhan warga soal kualitas air keruh yang muncul beberapa waktu terakhir. Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, sebelumnya menyatakan kondisi tersebut merupakan dampak banjir bandang yang merusak sebagian infrastruktur IPA Gunung Pangilun pada November 2025.
Revitalisasi difokuskan pada perbaikan infrastruktur terdampak serta peningkatan kapasitas produksi agar tekanan air dan kejernihan air yang disalurkan ke pelanggan kembali normal. Perumda AM mengimbau pelanggan yang terdampak gangguan sementara untuk menyimpan air secukupnya dan menghubungi layanan pengaduan resmi Perumda apabila distribusi belum stabil setelah pengerjaan rampung.
Topik Terkait
Tentang Penulis