Degradasi bukan akhir dari segalanya — setidaknya itulah yang ingin dibuktikan Semen Padang FC. Hanya beberapa hari setelah laga terakhir di Liga 1, manajemen Kabau Sirah sudah bergerak: rapat evaluasi digelar, GM baru dilantik, struktur operasional dirombak, dan markas sementara dipilih. Bukan gerakan reaktif yang panik, melainkan program pembenahan sistemik yang sudah ditunggu-tunggu suporter selama bertahun-tahun.
Hasil RUPS: Struktur Manajemen yang Lebih Profesional
Langkah pertama datang dari ruang rapat. Setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Kabau Sirah Semen Padang pada 5 Juni 2026, klub merombak total susunan manajemen operasional. Andre Rosiade kini memimpin sebagai Presiden Klub, dengan Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade sebagai CEO. Braditi Moulevey (Levi) dipercaya sebagai Chief Operation Officer sekaligus Manajer Tim, sementara Deni Sulton — yang punya pengalaman sebagai Sekretaris Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong — ditunjuk sebagai General Manager.
Bagi Levi, kecepatan bergerak adalah prioritas utama. "Pascapengumuman hasil RUPS, pihak manajemen sudah langsung mengambil langkah cepat mengenai persiapan untuk menghadapi Liga 2," ujarnya pada 7 Juni 2026. Ini bukan sekadar susunan nama baru — ini sinyal bahwa manajemen ingin orang-orang dengan rekam jejak nyata di sepak bola nasional, bukan figur seremonial.
Sistem Payroll: Transparansi yang Sudah Lama Ditunggu
Salah satu pembenahan yang paling dinanti suporter adalah penerapan sistem penggajian yang lebih terstruktur dan akuntabel. Berbeda dari musim-musim sebelumnya di mana pengelolaan administrasi pemain tersebar, manajemen kini memutuskan memusatkan seluruh operasional tim di mes pemain di Ciputat, Tangerang Selatan. Sentralisasi ini membuat pengelolaan kontrak, jadwal pembayaran, dan administrasi pemain bisa diawasi dalam satu titik kendali.
Jadwal kontrak sudah ditetapkan: penandatanganan berlangsung 15 Juni 2026, seluruh skuad masuk mes 25 Juni 2026, dan latihan perdana dimulai di hari yang sama. Ketatnya jadwal ini mencerminkan bahwa manajemen tidak memberi ruang untuk ketidaksiapan.
Markas Sementara di Bekasi: Keputusan Logis, Bukan Terpaksa
Ketidakhadiran Stadion Haji Agus Salim musim ini sebetulnya kabar yang ditunggu-tunggu. Stadion kebanggaan warga Padang itu masuk program renovasi besar — perbaikan yang sebelumnya sudah dimulai dengan dukungan BUMN seperti Hutama Karya, mencakup jogging track, videotron, dan LED pinggir lapangan. Renovasi ini adalah investasi jangka panjang.
Sebagai penggantinya, Semen Padang FC resmi memilih Stadion Patriot Chandrabhaga di Bekasi. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami umumkan stadion baru atau homebase Semen Padang FC dalam mengarungi Liga 2 Musim 2026/2027 adalah Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi," kata Andre Rosiade dalam pernyataan resminya. Pilihan ini bukan kebetulan — Stadion Patriot dinilai lebih efisien secara biaya operasional dan lokasinya dekat dengan mes pemain di Ciputat, mengurangi kebutuhan perjalanan tim.
Roadmap Persiapan: Juni–Juli 2026
| Tanggal | Agenda | Keterangan |
|---|---|---|
| 5 Juni 2026 | Pengumuman hasil RUPS | Struktur manajemen baru ditetapkan |
| 7 Juni 2026 | Pertemuan manajemen–Suhatman Imam | Ketua Dewan Penasihat Tim |
| 8 Juni 2026 | Rapat perdana tim pelatih | Pengumuman asisten pelatih |
| 15 Juni 2026 | Penandatanganan kontrak pemain | Skuad inti mulai dikunci |
| 25 Juni 2026 | Seluruh skuad masuk mes Ciputat | Latihan perdana dimulai |
Paralel dengan agenda tim, sebagian karyawan dari Padang akan dipindahtugaskan ke Jakarta untuk mendukung operasional, sementara staf yang tersisa di Padang mengawasi pengerjaan fasilitas.
Target Satu Musim: Promosi Bukan Sekadar Harapan
Dari semua pembenahan ini, ada satu benang merah yang tidak bisa diabaikan: Semen Padang FC tidak berniat berlama-lama di Liga 2. Target promosi ke Liga 1 dalam satu musim sudah menjadi komitmen resmi manajemen — bukan kalimat motivasi, tapi pijakan dari setiap keputusan operasional yang diambil.
Preseden ada. PSM Makassar pernah kembali dari Liga 2 dengan cepat ketika infrastruktur dan manajemennya siap. Yang membedakan klub yang berhasil dengan yang tidak bukan hanya kualitas pemain, melainkan kualitas sistem di baliknya. Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, Semen Padang FC tampak membangun sistem itu dengan serius.
Apakah cukup? Pertanyaan itu akan dijawab di Stadion Patriot. Tapi modalnya, setidaknya, sudah mulai terlihat.
Sumber:
- Pernyataan Braditi Moulevey, COO Semen Padang FC, 7 Juni 2026
- Pernyataan Andre Rosiade, Presiden Klub Semen Padang FC
- Sumbarkita.id, Langgam.id, Padangkita.com (6–8 Juni 2026)
Kategori: Sepak Bola Indonesia · Liga 2 · Semen Padang FC