Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan wisata alam pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan. Kerja sama yang diteken di Padang Aro, Selasa (14/7), membuka jalur pendakian baru sekaligus memberi ruang ekonomi bagi warga lokal.
Bupati Solok Selatan Khairunas menyebut jalur pendakian via daerahnya disiapkan sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. "Pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan kami siapkan sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan," kata Khairunas.
Menurut dia, tujuan utama pengembangan jalur bukan sekadar menambah kunjungan wisatawan, melainkan juga membuka lapangan usaha bagi masyarakat. Mulai dari jasa pemandu, porter, homestay, kuliner, transportasi, hingga produk UMKM lokal.
Dalam perjanjian yang ditandatangani itu, kerja sama mencakup pengembangan kawasan wisata alam pendakian seluas 55 hektare. Lahan berada di bagian zona pemanfaatan, rehabilitasi, dan zona rimba taman nasional wilayah Kecamatan Sangir.
Kesepakatan berlaku selama empat tahun dan dapat diperpanjang jika kedua pihak sepakat. Ruang lingkupnya meliputi pembangunan sarana prasarana pendukung, peningkatan jalur pendakian, promosi wisata, serta pemberdayaan masyarakat setempat sebagai pelaku utama pengembangan destinasi.
Seluruh pembangunan dilakukan dengan mengikuti ketentuan konservasi agar tidak mengganggu fungsi kawasan TNKS. Gunung Kerinci, dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut, dikenal sebagai atap Sumatera sekaligus salah satu dari tujuh puncak Seven Summits Indonesia.
Jalur via Solok Selatan menawarkan panorama hutan hujan tropis TNKS yang masih alami. Rute ini memberi pilihan baru bagi pendaki dalam negeri maupun mancanegara sekaligus memperluas manfaat ekonomi kawasan. (ANTARA)
Topik Terkait
Tentang Penulis