Jumat, 17 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

TMMD ke-129 di Agam dan Limapuluh Kota Bangun Jalan, Jembatan, hingga RTLH

Program TMMD ke-129 TA 2026 resmi berjalan di Nagari Nan Tujuah, Agam, dan Sarilamak, Limapuluh Kota, dengan sasaran fisik jalan usaha tani, jembatan, rumah tidak layak huni, dan sumur bor.

Oleh Gatot Permadi
Diterbitkan
TMMD ke-129 di Agam dan Limapuluh Kota Bangun Jalan, Jembatan, hingga RTLH
Foto: Padek/JawaPos (acara pembukaan TMMD ke-129)

Program TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Di Agam, kegiatan dipusatkan di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, sedangkan di Limapuluh Kota berlangsung di Jorong Talago Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Pembukaan TMMD ke-129 di Agam ditandai dengan upacara yang dipimpin Wakil Bupati Agam, M. Iqbal, di Lapangan Wirabraja Makodim 0304/Agam pada Rabu (15/7/2026). Upacara dihadiri Perwakilan Gubernur Sumbar, Kasrem 032/Wirabraja, unsur Forkopimda, jajaran Kodim 0304/Agam, serta tokoh masyarakat setempat.

Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, menyatakan TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga penguatan sumber daya manusia melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. "TMMD merupakan wujud sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

Sasaran fisik di Agam meliputi pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1,9 kilometer, jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), sumur bor, dan fasilitas umum. Di Limapuluh Kota, pembangunan serupa menyasar akses jalan dan jembatan penghubung antarjorong yang selama ini sulit dilewati saat hujan.

Dukungan datang dari PT Semen Padang yang menyalurkan 500 zak semen untuk dua lokasi pelaksanaan, masing-masing 250 zak untuk Agam dan Limapuluh Kota. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Staf Tanggung Jawab Sosial perusahaan pada Jumat (17/7/2026).

Program yang berlangsung selama satu bulan ke depan ini menyasar percepatan pembangunan desa sekaligus pemulihan akses ekonomi warga pascabencana hidrometeorologi yang kerap melanda kedua daerah. Masyarakat setempat diajak aktif berpartisipasi agar hasil kegiatan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Tentang Penulis