Sabtu, 27 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Wali Kota Pariaman Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 130 Perkara, Tekankan Kolaborasi Tekan Kriminalitas

Wali Kota Pariaman menghadiri pemusnahan barang bukti 130 perkara di Kejari Pariaman dan menegaskan pentingnya kolaborasi aparat dan masyarakat untuk menekan kriminalitas.

Oleh Nayla
Diterbitkan
Wali Kota Pariaman Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 130 Perkara, Tekankan Kolaborasi Tekan Kriminalitas

Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Pariaman, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kepastian hukum sekaligus mencegah penyalahgunaan barang bukti yang sudah tidak lagi dibutuhkan dalam proses peradilan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Anggia Yusran menjelaskan total ada 130 perkara yang barang buktinya dimusnahkan. Rinciannya meliputi 92 perkara narkotika dengan barang bukti sabu 151,67 gram dan ganja 17.037,32 gram, 32 perkara orang dan harta benda, serta enam perkara pidana umum lainnya.

Kehadiran pemerintah daerah dalam agenda tersebut mempertegas dukungan terhadap proses penegakan hukum yang tertib, terbuka, dan berkelanjutan. Pemko Pariaman juga menilai kegiatan ini penting sebagai simbol ketegasan negara dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika dan tindak pidana lain.

“Pemusnahan ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa barang bukti yang tidak lagi diperlukan dalam proses peradilan segera ditiadakan, untuk menghindari penyalahgunaan sekaligus sebagai simbol penegakan aturan yang tegas dan transparan,” ujar Yota Balad, dikutip dari laman resmi Pemko Pariaman.

Advertisement

Yota menambahkan upaya menekan kriminalitas tidak bisa dibebankan ke aparat penegak hukum saja. Menurut dia, pengawasan di tingkat desa dan kelurahan, pendidikan karakter bagi generasi muda, serta partisipasi warga tetap menjadi kunci untuk menjaga Kota Pariaman tetap aman dan kondusif.

Pemerintah daerah berharap sinergi antara kejaksaan, kepolisian, pengadilan, pemerintah daerah, dan masyarakat bisa terus diperkuat. Selain memastikan proses hukum berjalan baik, kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun pencegahan sosial agar angka kriminalitas bisa terus ditekan.

Sumber: Pemerintah Kota Pariaman.

Tentang Penulis