Jumat, 19 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Dua Harimau Sumatra Muncul di Permukiman Warga Agam, BKSDA Sumbar Turunkan Petugas

BKSDA Sumbar menurunkan petugas dan Tim Patroli Anak Nagari usai dua harimau sumatra muncul dekat permukiman warga di Palupuh, Agam, Selasa (16/6/2026).

Oleh Nayla
Diterbitkan
ANTARA/HO-BKSDA Sumbar
ANTARA/HO-BKSDA Sumbar

Dua individu harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) muncul di kawasan permukiman warga Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (16/6/2026). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat langsung menurunkan petugas untuk menangani kemunculan satwa dilindungi tersebut.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra mengatakan tim sudah diterjunkan bersama Tim Patroli Anak Nagari ke lokasi kemunculan harimau usai mendapat laporan dari perangkat Nagari Koto Rantang dan Polsek Palupuh.

"Kita telah menurunkan petugas beserta Tim Patroli Anak Nagari ke lokasi kemunculan dua individu harimau sumatra yang sempat ketemu warga setempat atas nama Mizwar (52)," kata Ade di Lubuk Basung, Selasa.

Warga bernama Mizwar (52) berpapasan dengan dua harimau tersebut sekitar pukul 07.30 WIB saat hendak menuju kebun. Momen kemunculan satwa itu sempat terekam telepon genggam warga dan videonya viral di media sosial.

Setelah menerima laporan, petugas BKSDA melakukan identifikasi lapangan berupa wawancara terhadap saksi mata, pencarian jejak satwa seperti tapak kaki, cakaran, dan kotoran, hingga menelusuri faktor yang memicu kemunculan harimau di dekat permukiman.

Advertisement

"Kita melakukan patroli siang dan malam di lokasi kemunculan satwa dan termasuk di sekitar pemukiman warga. Tidak tertutup kemungkinan upaya evakuasi kita lakukan," ujar Ade.

Wali Jorong Batu Gadang Firman Hidayat menambahkan, lokasi kemunculan dua harimau itu berjarak kurang dari satu kilometer dari titik seekor anak harimau yang sempat terkena jerat babi pada awal November 2025. Anak harimau tersebut, yang diberi nama Sabai, sebelumnya dievakuasi dari kawasan yang sama.

BKSDA Sumbar mengimbau warga sekitar untuk tidak mendekat, mengejar, atau melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas satwa liar tersebut. Warga juga diminta segera melapor ke petugas apabila kembali melihat keberadaan harimau di sekitar permukiman.

Kemunculan harimau sumatra di kawasan Agam bukan kali pertama terjadi tahun ini. Sebelumnya, BKSDA Sumbar juga menangani sejumlah kasus harimau yang terjerat perangkap babi di beberapa titik di Sumatera Barat, yang menunjukkan masih tinggi intensitas interaksi antara satwa dilindungi ini dengan aktivitas manusia di kawasan penyangga hutan.

Tentang Penulis