Jumat, 19 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Tanam 1.000 Bibit di Malvinas, Pemprov Sumbar Dorong Pemulihan Pascagalodo

Pemprov Sumbar menanam 1.000 bibit di Hutan Kota Malvinas sebagai bagian dari pemulihan lingkungan pascagalodo dan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Oleh Nayla
Diterbitkan
Dok. Diskominfotik Sumbar
Dok. Diskominfotik Sumbar

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menanam 1.000 bibit pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas, Kota Padang, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus upaya memperkuat pemulihan lingkungan di wilayah yang terdampak galodo.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, penanaman pohon di kawasan yang berada di sempadan Batang Kuranji itu bukan sekadar agenda seremonial. Menurut dia, bencana galodo yang melanda Sumbar akhir tahun lalu meninggalkan kerusakan besar dan menjadi pengingat bahwa perlindungan lingkungan tidak boleh ditunda.

"Kerugian dan kerusakan akibat galodo di Sumbar tidak kurang dari Rp33 triliun. Angka itu menunjukkan bahwa dampak kerusakan lingkungan sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Karena itu kita tidak boleh berlambat-lambat lagi dalam memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaganya," kata Mahyeldi.

Ia menegaskan, kawasan Hutan Kota Malvinas memiliki nilai penting karena terdampak cukup besar saat galodo. Selain kerusakan vegetasi, bencana tersebut juga menyebabkan pendangkalan sungai yang masih memerlukan penanganan lanjutan.

Mahyeldi berharap gerakan penghijauan di lokasi itu berjalan seiring dengan rehabilitasi kawasan sungai. Ia juga meminta Hutan Kota Malvinas terus dijaga agar dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau sekaligus paru-paru kota di masa depan.

Advertisement

"Kita bisa melihat sendiri dampak yang terjadi ketika lingkungan tidak terjaga. Kawasan ini mengalami pendangkalan setelah galodo dan tentu perlu mendapat perhatian bersama," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar Tasliatul Fuaddi menyebut, penanaman 1.000 bibit tersebut merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan Pemprov Sumbar, Pemerintah Kota Padang, perusahaan, komunitas lingkungan, dan berbagai organisasi masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan gerakan itu tidak diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari komitmen merawatnya dalam jangka panjang.

"Yang diharapkan bukan hanya sebatas menanam, tetapi adanya komitmen untuk menjaga dan merawatnya dalam jangka panjang," kata Tasliatul.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Ekowisata Malvinas Leo Ronaldo mengatakan masyarakat setempat ingin menghidupkan kembali kawasan itu sebagai ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi lingkungan dan warga sekitar. Ia berharap penanaman pohon di Malvinas menjadi langkah awal membangun kembali kawasan yang sempat rusak akibat galodo.

Momentum penanaman pohon ini sekaligus menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di Sumbar tidak cukup hanya mengandalkan penanganan darurat. Rehabilitasi lingkungan, penghijauan, dan perawatan kawasan rawan perlu berjalan bersama agar risiko bencana bisa ditekan dalam jangka panjang.

Tentang Penulis