Jumat, 19 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Pemko Padang Kejar Predikat Kota Pangan Aman 2026, BBPOM Dampingi OPD

Pemko Padang bersama BBPOM memperkuat koordinasi lintas OPD untuk mengejar predikat Kota Pangan Aman 2026 dan memastikan keamanan pangan warga serta wisatawan.

Oleh Nayla
Diterbitkan
Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni. (Dok. Padangkita.com)
Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni. (Dok. Padangkita.com)

Pemerintah Kota Padang memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah untuk mengejar predikat Kota Pangan Aman 2026. Upaya itu dilakukan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang melalui pendampingan pengisian instrumen penilaian keamanan pangan.

Pertemuan pendampingan digelar di Kantor Bappeda Kota Padang, Kamis (18/6/2026). Agenda tersebut menjadi tindak lanjut audiensi Kepala BBPOM Padang dengan Sekretaris Daerah Kota Padang, sekaligus bagian dari evaluasi bukti kinerja setiap OPD yang terkait dengan rantai pasok pangan dan kesehatan masyarakat.

Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni, mengatakan penyamaan langkah antarperangkat daerah penting agar target tersebut tidak hanya berhenti sebagai dokumen penilaian. Menurut dia, keamanan pangan juga berkaitan langsung dengan posisi Padang sebagai kota kuliner dan destinasi wisata.

“Hari ini kita memastikan kesamaan gerak perangkat daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kita bergerak bersama menciptakan harmonisasi untuk memastikan seluruh pangan di Kota Padang aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Swesti, dikutip dari Padangkita.com.

Evaluasi itu melibatkan sejumlah instansi, termasuk Dinas Kesehatan Kota Padang serta Dinas Perdagangan Kota Padang yang menangani pengendalian barang pokok dan penting. Kehadiran perangkat daerah tersebut diperlukan karena penilaian Kota Pangan Aman menyangkut data dan bukti kinerja di banyak lini, mulai dari pengawasan kesehatan hingga distribusi komoditas.

Advertisement

Dari BBPOM Padang, dua Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli, Asfrianti dan Reni Septrianti, hadir memberikan asistensi teknis. Mereka mendampingi OPD agar data yang disampaikan lengkap, valid, dan sesuai kebutuhan penilaian.

Asfrianti menyebut kelengkapan data menjadi gambaran kerja nyata di lapangan. Ia berharap pendampingan tersebut membantu Padang meraih predikat Kabupaten/Kota Pangan Aman pada 2026.

Reni Septrianti juga menekankan pentingnya mengurangi ego sektoral. Menurut dia, keterlibatan aktif seluruh OPD akan menentukan kualitas pengisian instrumen dan keberlanjutan program keamanan pangan pada tahun-tahun berikutnya.

Bagi Padang, isu pangan aman memiliki nilai strategis karena bersentuhan langsung dengan warga dan wisatawan. Jika koordinasi berjalan konsisten, program ini tidak hanya mengejar predikat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas pangan yang beredar di kota tersebut.

Tentang Penulis