Jumat, 05 Juni 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement
News

Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot, Istana Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana per 2 Juni 2026. Nanik S. Deyang ditunjuk sebagai pengganti. Istana pastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal.

Oleh Redaksi
Diterbitkan 05 Juni 2026
Kepala BGN Dadan Hindayana
Kepala BGN Dadan Hindayana

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 2 Juni 2026. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melalui konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Istana menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu jalannya program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).


Pergantian Pimpinan BGN Usai 1,5 Tahun Evaluasi

Keputusan pencopotan ini bukan tanpa dasar. Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 1,5 tahun, pemerintah telah melakukan monitoring dan evaluasi secara intensif terhadap kinerja jajaran pimpinan BGN.

"Selama kurang lebih 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa 2 Juni 2026, Bapak Presiden memutuskan melakukan pergantian pimpinan BGN," ujar Prasetyo dalam keterangan resminya di Istana.

Selain Dadan Hindayana, dua Wakil Kepala BGN juga turut dicopot, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Pemerintah menyampaikan apresiasi atas dedikasi ketiganya dalam membangun pondasi awal lembaga tersebut.


Nanik S. Deyang Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden Prabowo menunjuk Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Sementara dua Wakil Kepala BGN yang baru adalah:

  • Agustina Arumsari – sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP

  • Mayjen TNI Trenggono – menggantikan posisi yang ditinggalkan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya

Pemerintah berharap kepemimpinan baru ini mampu meningkatkan tata kelola organisasi dan menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia.

Advertisement

Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Jadi Latar Belakang

Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa pencopotan Dadan Hindayana diduga berkaitan dengan praktik jual beli titik dapur program MBG, yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah menyatakan perombakan ini merupakan bagian dari audit internal dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.

Presiden Prabowo disebut menekankan pentingnya penguatan tata kelola BGN agar program tidak diselewengkan dan tetap berjalan demi kepentingan publik.


Istana: Program MBG Tidak Boleh Terganggu

Meski terjadi pergantian kepemimpinan, Istana menegaskan komitmen penuh pemerintah terhadap keberlangsungan program MBG. Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan pernyataan tegas:

"Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing."

Prasetyo juga berharap langkah penyegaran struktural ini menjadi awal yang baik bagi penguatan layanan MBG, agar program tersebut dapat berfungsi optimal sebagai investasi pendidikan dan sumber daya manusia, sekaligus menjadi penggerak ekonomi nasional.


Tentang Badan Gizi Nasional (BGN)

BGN dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Program ini bertujuan mencegah stunting dan memastikan pemenuhan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat — dari bayi, siswa sekolah, hingga ibu hamil.

Fungsi utama BGN meliputi koordinasi, penetapan kebijakan teknis, penyediaan, penyaluran, promosi, kerja sama, dan pengawasan pemenuhan gizi nasional. Dadan Hindayana sendiri dilantik sebagai Kepala BGN pertama pada 19 Agustus 2024.


Kesimpulan

Pergantian pimpinan BGN mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola program strategis nasional. Dengan ditunjuknya Nanik S. Deyang beserta jajaran baru, pemerintah optimistis pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis akan semakin kuat dan tepat sasaran. Program MBG dipastikan tetap berjalan tanpa gangguan di tengah proses evaluasi yang berlangsung.