Sabtu, 25 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Penumpang Alphard Pelaku Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Fakta baru terungkap dalam kasus Alphard yang menerobos lampu merah dan adu mulut dengan satpam di Bundaran HI: penumpang mobil mewah itu adalah anggota Polda Jawa Barat yang bakal diperiksa Propam.

Oleh Claudia Lestari
Diterbitkan
Penumpang Alphard Pelaku Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Foto: Wikimedia Commons (Bundaran HI)

Kasus adu mulut antara pengemudi mobil Toyota Alphard dan seorang satpam di Bundaran HI, Jakarta Pusat, memunculkan fakta baru. Polisi menyatakan penumpang mobil mewah tersebut merupakan anggota Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) yang akan diproses lebih lanjut oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

"Ya, personel dari Polda Jawa Barat," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026). Ia menambahkan bahwa dugaan tindakan arogansi dari pengemudi maupun penumpang akan ditindaklanjuti oleh Subbid Propam Polda Jawa Barat pada malam hari yang sama.

Peristiwa bermula pada Rabu (22/7/2026), ketika pengemudi Alphard hitam diduga menerobos lampu merah di pelican crossing depan Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin. Dalam rekaman CCTV yang beredar, tampak sejumlah pejalan kaki sedang menyeberang saat mobil melaju. Satpam di lokasi menegur pengemudi dengan menggebrak kaca mobil, namun pengemudi tak terima sehingga terjadi cekcok mulut.

Kepolisian sebelumnya telah menilang pengemudi Alphard karena melanggar lalu lintas. Belakangan, polisi juga mengusut dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai pada kendaraan tersebut. Mediasi sempat dilakukan dan kedua belah pihak menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan.

Kasus ini meluas menjadi sorotan publik setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno membela satpam tersebut. Rano menegaskan petugas keamanan itu tidak akan dipecat. "Nggak, saya jamin tidak," ujarnya di Kawasan Sarinah, Kamis (23/7/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi pertemuan antara sopir Alphard dan satpam guna meredam eskalasi. Namun, dengan terseretnya nama anggota Polda Jabar, penanganan kasus kini bergeser ke ranah etik kepolisian melalui Propam.

Hingga Sabtu malam, polisi masih mendalami dugaan pelat palsu dan tindakan arogansi yang terekam dalam video yang sempat viral di media sosial tersebut.

Tentang Penulis