Sabtu, 25 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

TNI Tembak Mati Anggota OPM di Pegunungan Bintang, Diduga Terlibat Bunuh Warga Yahukimo

Seorang anggota OPM tewas ditembak TNI di Pegunungan Bintang. Pangkogabwilhan III menyebut yang bersangkutan diduga terlibat pembunuhan tiga warga sipil di Yahukimo.

Oleh Nayla
Diterbitkan
TNI Tembak Mati Anggota OPM di Pegunungan Bintang, Diduga Terlibat Bunuh Warga Yahukimo
Foto: ANTARA/Kogabwilhan III

TNI menembak mati seorang anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam operasi di Kampung Kalo Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Jumat (24/7).

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menyatakan anggota OPM yang tewas tersebut diduga terlibat dalam pembunuhan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo pada Senin (20/7).

Peristiwa bermula ketika kelompok OPM tiba-tiba menembaki personel TNI. Satgas mengambil tindakan tegas dengan mengacu pada undang-undang, peraturan yang berlaku, serta rules of engagement (ROE) yang menjamin tindakan tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.

Menurut Lucky, saat hendak ditangkap, anggota OPM itu melakukan perlawanan dan melepaskan tembakan ke arah personel TNI. Identitasnya masih belum diketahui, sementara rekan-rekannya melarikan diri ke hutan setelah satu orang tewas dalam operasi tersebut.

Kogabwilhan III sebelumnya juga menyoroti ancaman keselamatan warga sipil di wilayah tersebut. Kementerian Hukum dan HAM (KemenHAM) sebelumnya mengkecam pembunuhan warga sipil di Yahukimo yang diduga melibatkan kelompok bersenjata.

Lucky menegaskan TNI akan mengambil tindakan tegas dalam situasi yang mengancam keselamatan personel maupun masyarakat, dengan tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku. Ia mengimbau anggota OPM menghentikan aksi kekerasan dan menyerahkan senjata.

"Mari kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebelum TNI mengambil tindakan tegas kepada kalian," ujarnya.

Operasi pengamanan di Papua Pegunungan terus berlangsung. Kogabwilhan III menyatakan fokusnya adalah melindungi warga sipil sembari mengejar kelompok bersenjata yang masih berkeliaran di kawasan perbatasan tersebut.

Tentang Penulis