Jumat, 24 Juli 2026 Edisi Hari Ini
Advertisement

Pidato Prabowo di Harlah PKB: PDIP Akan Bersama Pemerintah Jaga Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa PDIP pada akhirnya akan berada di garis yang sama dengan pemerintah untuk menjaga negara dan bangsa, menyusul sinyal politik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Oleh Nayla
Diterbitkan
Pidato Prabowo di Harlah PKB: PDIP Akan Bersama Pemerintah Jaga Bangsa
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa PDI Perjuangan (PDIP) pada akhirnya akan berada di garis yang sama dengan pemerintah untuk menjaga negara dan bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato kebangsaan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.

"Saya yakin semua partai dalam koalisi, kita sudah berada di arah ini dan berada bersama saya," ujar Prabowo, dilansir ANTARA. Ia menambahkan bahwa PDIP "juga hatinya sebetulnya sama dengan kita, Undang-Undang Dasar 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri bangsa kita."

Prabowo menutup pidatonya dengan ungkapan keyakinan soal arah politik nasional. "Dan di ujungnya, saya percaya PDIP pun akan bersama kita membela negara dan bangsa, itu insting saya," katanya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sinyal politik yang belakangan menguat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pada April 2024, Megawati secara terbuka menginstruksikan seluruh kader PDIP untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, demi stabilitas dan kepentingan rakyat. Arahan serupa berulang dalam sejumlah pernyataan resmi partai berlambang banteng moncong putih itu.

Bagi Prabowo, perbedaan pandangan dan kritik antarparpol adalah hal wajar yang dapat dibaca sebagai saling mengingatkan untuk kebaikan bersama. Ia menekankan pentingnya persatuan nasional dalam mengelola kekayaan alam Indonesia agar manfaatnya kembali ke publik, bukan mengalir ke luar negeri.

Ujian koalisi jelang 2027

Pernyataan Prabowo di panggung Harlah PKB bukan sekadar basa-basi perayaan partai. Ia menyentuh satu pertanyaan politik yang akan terus menggema mendekati Pemilu 2027: sejauh mana peta koalisi pendukung pemerintah bakal melebar atau justru merapat.

Untuk saat ini, PDIP secara formal belum masuk barisan kabinet. Namun sinyal dari elite partai menunjukkan arah yang tidak lagi konfrontatif. Jika realignment itu benar-benar terjadi, Prabowo akan menguasai dukungan lintas fraksi yang nyaris tanpa preseden di era reformasi — sekaligus menguji daya kritik parlemen saat kekuasaan eksekutif dan mayoritas legislatif berada di garis yang sama.

Pengamat mencatat, penyatuan kekuatan politik besar tidak otomatis berarti hilangnya check-and-balance. Justru di situlah ujiannya: apakah lembaga-lembaga pengawas, pers, dan masyarakat sipil mampu menjaga ruang kritik tetap hidup ketika oposisi formal melemah.

Prabowo sendiri merangkul narasi persatuan dengan merujuk UUD 1945 sebagai ikatan konstitusional lintas partai. "Semua partai politik dan elemen bangsa pada hakikatnya bertujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia," ujarnya dalam pidato yang membingkai Harlah PKB dengan tema "Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi".

PKB, yang dipimpin Muhaimin Iskandar, menegaskan komitmen mendukung pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional. Pidato Prabowo di hadapan kader PKB itu sekaligus memperlihatkan upaya merekatkan dukungan parpol di luar koalisi inti menjelang tahun politik 2027.

Tentang Penulis